Selamat datang, selamat menikmati berbagai sajian gaya hidup sehat disini.

autogebet's picture
Posted by autogebet

Dalam artikel saya sebelumnya, saya melakukan CoretGula.com yang hasilnya dalam 4 bulan menjadikan gula darah sesudah makan (GD2P) saya menjadi 150 dari sebelumnya 310. Banyak yang menanyakan seperti apa coret gula? Apakah sama sekali tidak makan nasi? Minumnya gimana? Hidup ini hambar doong? Saya tidak se-brutal itu, bahkan saya sangat enjoy sekali makan. Saya tetap bebas makan nasi, bisa sekali makan ekstra porsi nasi tanpa takut gula naik, bebas makan sayur lauk sepuasnya juga, dan juga tetap minum manis.

Transformasi Mindset

Bagi yang pertama kali diabetes dan harus diet, pastinya akan berat sekali harus mengurangi nasi, tidak boleh makan/minum manis dsb. Sebenarnya yang menjadikan sulit adalah karena kita terlanjur punya "definisi nikmat" yang selama ini kita jalani, bahwa nikmat harus nasi putih, minum teh hangat sore hari harus manis, dsb. Kita memang harus menyadari bahwa tubuh seorang penderita diabetes memang memiliki mekanisme metabolisme yang berbeda, tidak cocok dengan nasi putih dan gula. Ketika kita bisa ikhlas terhadap kondisi ini, kita akan menyadari bahwa alam telah menyediakan hasil bumi lain yang cocok bagi penderita diabetes, bahkan sebenarnya lebih bagus dari yang biasanya kita nikmati. Tinggal bagaimana kita mensyukuri dan memaknai apa yang telah ada ini menjadi definisi nikmat yang baru.

Apa saja itu hasil bumi yang nikmat? Ikuti terus kisahnya berikut ini.

Beras Hitam

Banyak dari kita yang belum tahu kalau ada beras hitam. Nah, pasti ada yang komentar "ketan hitam?". Beda lho, beras hitam tidak sama dengan ketan hitam. Aslinya varietas beras di alam (jenis padi) ada tiga, beras putih, merah dan hitam. Mayoritas kita membayangkan (mindset lagi), beras merah saja pera/keras, pasti beras hitam lebih pera/keras lagi. Padahal saya pribadi merasakan, terasa lebih enak daripada beras merah, beraroma kacang/ketan, kelembutannya mendekati nasi putih.

Beras hitam adalah salah satu "super food", kandungannya super sekali! Saya sendiri sangat amazed ternyata ada yang lebih baik dari beras putih, kenapa tidak tahunya dari dulu.

Pertama, cermati label kandungan serat di foto sebelah, bandingkan antara beras putih dan merah. Serat di beras hitam 20x lebih tinggi daripada beras merah. 

Kedua, warna hitam sebenarnya adalah warna ungu pekat, saking pekatnya mendekati hitam. Warna ungu ini merupakan zat antioksidan antosianin dengan kadar yang sangat tinggi, paling tinggi diantara bahan pangan beras. Ada begitu banyak referensi literatur yang menyebutkan manfaat antosianin, singkatnya: 

  • Antosianin merupakan pigmen warna merah yang berada pada lapisan aleuron beras. Beras putih yang berwarna sedikit transparan hanya mengandung sedikit
    aleuron (Suardi dan Ridwan 2009). Pada beras merah dan beras hitam, aleuron dan endosperma memproduksi antosianin dengan intensitas tinggi sehingga warna
    beras menjadi merah dan ungu pekat hingga mendekati hitam. Antosianin berperan untuk mencegah berbagai penyakit seperti jantung koroner, kanker, diabetes, dan hipertensi (Suardi 2005). Sumber: http://agroteknologi.fp.uns.ac.id/wp-content/uploads/2014/10/7.-WIDYABHAKTI-KISBINTARI-H0709125.pdf
  • Konsumsi antosianin dalam diet terbukti mampu memberikan efek perlindungan terhadap penyakit kardiovaskuler, diabetes mellitus, antioksidan anti inflammasi, dan  antikanker (Kano dkk., 2005; Matsui dkk., 2002; Oki dkk., 2002; Wang dan Stoner, 2009; Bagchi dkk., 2004; Ghiselli dkk., 1998). Sebagai antitumor dan antikanker, antosianin terbukti mampu menekan pertumbuhan sel HCT-15 (Kamei dkk., 1998) dan HL-60 (Katsube dkk., 2003). Sumber: http://e-journal.uajy.ac.id/5867/2/BL101161.pdf

Ketiga, beras hitam memiliki indeks glikemik (IG) yang rendah. IG tinggi berarti cepat meningkatkan kadar gula dalam darah. Sebaliknya, IG rendah akan meningkatkan kadar gula dalam darah secara perlahan, atau istilah lainnya "slow release". Karakteristik IG rendah ini cocok bagi penderita diabetes karena kadar gula yang bersirkulasi dalam darah akan stabil (tidak "banjir") sehingga dapat diproses oleh insulin yang jumlahnya terbatas. Berbagai informasi yang menyebutkan beras hitam memiliki IG rendah adalah bersumber dari University of Sydney, mengutip sebuah penelitian di Tiongkok. Saya sendiri sudah buktikan langsung, saya makan sampai dua piring nasi hitam (plus minum kopi dengan gula merah) kemudian cek gula darah 2 jam kemudian, hasilnya seperti gambar di samping, kenaikannya wajar saja :)

Harga berasnya cukup mahal, sekitar Rp 30.000 per Kg, untuk konsumsi saya pribadi (2x sehari) cukup untuk seminggu. Karena sudah merasakan manfaat langsung, saya merasa harga ini worthed sekali, inilah "investasi" untuk menjaga kesehatan di hari tua nanti.

Gula Merah

Teman minum kopi dan teh tentu saja harus ada gula, tapi sayangnya gula putih alami itu "jahat". Saya juga mencoret segala snack/makanan yang pada akhirnya diolah menjadi gula, sebangsa: roti, donat, tepung dkk. Sebelumnya, cukup lama saya menggunakan produk sintetis yang terkenal itu (sudah tahu yang dimaksud yaa..)

Hingga suatu hari, pas belanja ketemu gula merah di gambar sebelah, bahan baku dari gula kelapa, pas pula karena kemasannya sachet, praktis untuk dibawa kemana-mana. Dalam kemasannya tertulis Indeks Glikemik rendah (35). Saya menguji minum 2 sachet gula ini, hasilnya gula darah stabil, tidak ada perubahan/peningkatan gula darah. Makin bangga menggunakan produk ini karena memberdayakan produk dan petani dalam negeri, pemenang kompetisi kewirausahaan. Sempat sulit mencari produk ini di toko swalayan, akhirnya saya selalu beli langsung ke produsennya (via transfer, konfirmasi SMS, kirim), dulu sih ada websitenya tapi info terakhir masih diperbaiki. Akhirnya saya jadi pelanggan setia produk ini, sangat memuaskan, tidak segan2 saya promosikan. Harganya Rp 21.000 berisi 40 sachet (belum termasuk ongkir), so per sachet kenikmatan harganya Rp 525. 

Sekarang, saya malah tidak suka rasa gula sintesis, jauh lebih mantap rasa gula merah alami, lebih kental, dan yang lebih penting: bebas rasa bersalah. Jaga kesehatan tubuh kita dengan yang alami :)

Oh ya, hati-hati terhadap kemasan sachet gula merah (brown sugar) yang biasanya sering ada di hotel/cafe, karena tidak semuanya asli gula merah. Cara memastikan, taruh gulanya di sendok teh, taruh air hangat, goyang2kan sedikit. Jika nampak ada kristal putih, berarti itu dicampur, tidak murni gula merah. Ini ketahuan karena pengalaman pribadi saat cek gula darah pasca mencoba produk sachet brown sugar, kok malah hasilnya meroket tinggi. 

oh satu lagi, sesekali tentu saya rindu makan minum manis (dengan gula pasir), dan saat terbaik melanggar pantangan adalah pada saat olahraga intensitas tinggi. Itulah kenapa saya suka bersepeda jarak jauh, karena saat itu saya bebas minum Pocari, kuliner nasi putih, dan sebagainya. Terkonfirmasi dengan cek gula sesudah bersepeda, hasilnya normal :)

Semoga sharing ini bermanfaat, Tetap Semangat!

 

Categories: 

Penyakit: 

Sepeda Sehat
Misi SepedaSehat.com adalah mendorong gaya hidup sehat dengan bersepeda, menjaga api semangat bersepeda agar tetap membara, sehingga kita akan terus dan terus bersepeda untuk sehat.