Selamat datang, selamat menikmati berbagai sajian gaya hidup sehat disini.

autogebet's picture
Posted by autogebet

Pada saat awal mula saya mulai berolahraga, saya sangat terinspirasi dengan salah satu "keajaiban" pada tubuh manusia yang disebut dengan "afterburn", yaitu sebuah kondisi dimana tubuh terus membakar kalori hingga 38 jam sesudah berolahraga. Dalam literatur sports medicine, bahasa resmi "afterburn" adalah EPOC (Excess post-exercise oxygen consumption). Efek afterburn tergantung dari jenis, intensitas dan durasi olahraga Olahraga yang bersifat anaerobik memberikan efek afterburn yang lebih besar (membakar kalori lebih besar) daripada olahraga aerobik. Durasi olahraga yang lebih lama, apalagi yang termasuk dalam kategori high intensity training memberikan efek afterburn semakin besar. Kondisi aerobik dan anaerobik ditentukan dari zona denyut jantung saat kita berolahraga.

Manfaat afterburn ini sesungguhnya lebih dari sekedar bakar membakar kalori. Bagi kita yang ingin mengurangi berat badan, lebih banyak kalori yang dibakar tentunya lebih baik, bahkan lemak terus dibakar walaupun olahraga sudah selesai. Bagi yang belum merasakan penurunan berat badan, tidak perlu kuatir karena ternyata ada fakta riset ilmiah yang menarik, dimana dalam periode latihan 1 bulan terjadi peningkatan pembakaran lemak sebesar 44% walaupun tidak ada perubahan berat badan dan tidak ada perubahan lingkar pinggang. So keep it up!

Nah, bagi kaum penderita diabetes seperti saya, efek afterburn memberikan manfaat yang sangat nyata, berbagai literatur ilmiah mengkonfirmasikan pengalaman saya pribadi. Dalam referensi literatur terkini (Oktober 2014), efek afterburn (peningkatan konsumsi oksigen sesudah berolahraga) meningkatkan pembakaran lemak dalam kondisi istirahat, meningkatkan toleransi glukosa dan sensitivitas insulin, dan menurunkan kadar gula darah. Artinya, jika kita berolahraga dalam intensitas dan frekuensi yang cukup, maka kita tidak perlu kuatir jika sesekali makan normal "melanggar pantangan" :)

CARA MENDAPATKAN EFEK AFTERBURN

Bagaimana caranya untuk mendapatkan efek afterburn? Sederhana sekali, cukup mengkondisikan pada saat olahraga mencapai denyut jantung tertentu. Sederhana, namun untuk ini diperlukan perangkat sportwatch yang memiliki sensor denyut jantung, sehingga denyut jantung dapat selalu terpantau realtime saat berolahraga. Sportwatch ini penting, bukan untuk gaya-gayaan, karena efek afterburn dapat dicapai oleh siapapun dalam berbagai usia, tidak hanya untuk mereka yang masih muda.

Dari referensi literatur, efek afterburn maksimal dihasilkan dalam kondisi 70% VO2max (tidak diperlu dipusingkan istilah VO2max, nanti akan dikonversi ke satuan denyut jantung). Berikutnya kita akan lakukan sedikit hitungan matematis untuk mendapatkan berapa denyut jantung yang diperlukan untuk mencapai efek afterburn. Untuk memudahkan, gunakan kalkulator yang disediakan oleh website ini, merangkum semua formula yang bersumber dari literatur ilmiah.

1. Hitung denyut jantung maksimal (MHR - maximum heart rate)

Kita pakai saja hasil perhitungan dari riset paling baru, "USA Researcher (2007)".

2. Hitung denyut jantung untuk efek afterburn

Masukkan angka "70" dengan satuan "VO2 max" kemudian klik Calculate. Hasilnya, kondisi 70% VO2max setara dengan 82% MHR. Dalam contoh diatas, untuk mencapai efek afterburn untuk usia 37 tahun diperlukan denyut jantung minimal 149 per menit. Inilah zona afterburn. Lebih dari itu, makin besar efek afterburn, plus manfaat lainnya untuk kebugaran dan kesehatan. Tentu jangan sampai melebihi MHR ya :D

Semoga bermanfaat. Berdasarkan pengalaman pribadi, zona afterburn mudah sekali tercapai dengan bersepeda. Sementara sebaliknya, sangat sulit untuk mencapai zona afterburn dengan berenang. Silakan melakukan olahraga apa saja bebas, sejauh nyaman, tidak memberatkan, asal dapat masuk zona afterburn. Go Afterburn!

Lokasi: 

Categories: 

Penyakit: 

Sepeda Sehat
Misi SepedaSehat.com adalah mendorong gaya hidup sehat dengan bersepeda, menjaga api semangat bersepeda agar tetap membara, sehingga kita akan terus dan terus bersepeda untuk sehat.